Binatang mencari makan untuk menjaga agar ia bisa bertahan hidup, juga untuk menyusui anaknya yg msh kecil agar tetap hidup. Binatang tidak perlu menimbun makanan dlm jumlah besar agar bs diwariskan pada keturunannya. Manusia bekerja untuk menimbun harta untuk memenuhi nafsunya yg terkadang tdk disadari sebagai nafsu. Memperbanyak tanah, rumah, kendaraan, & kebutuhan dunia lainnya dengan dalih kebutuhan, dengan dalih investasi. .....karena itulah kemudian bumi dijarah, hutan dibabat, laut dikuras isinya. Dengan alasan memenuhi kebutuhan, dengan alasan investasi, dengan asalan masa depan. Menjamin masa depan manusia dengan meniadakan masa depan untuk bumi, laut dan satwa. Suatu saat ketika anak cucu manusia bertanya, "mengapa binatang dibuatkan kandang di kebun binatang ?", maka orang tuanya menjawab, " kita (manusia) membuatkan mengumpulkan mereka di kebun binatang agar para satwa tidak punah". Saat anaknya bertanya, " mengapa hutan hilang ?", maka orang tuanya menjawab, " kebakaran karena kemarau panjang".....,
14/12/2016
13/05/2016
Pola perjuangan Komunis di Indonesia
Komunis di Indonesia diawali dengan
terbentuknya Indische Social
Democratische Vereniging (ISDV) atau Perserikatan Sosial Demokrat
Hindia. Didirikan pada 9 Mei 1914 di Surabaya oleh Hendrickus Josephus
Franciscus Marie Sneevliet alias Maring dan dibantu Adolf Baars. Sebagai
penganut paham Komunis, Maring paham betul bagaimana mengembangkan dengan cara
melakukan infiltrasi terhadap organisasi yang didirikan pribumi. Salah satunya
infeltrasi ke Sarekat Islam (SI). Orang pribumi Semaoen yang menjadi kaki
tangan ISDV dan melakukan penyusupan. Akibatnya SI kemudian terbelah menjadi SI
”Merah” yang dipimpin Semaoen dan SI ”Putih” dibawah pimpinan HOS.
Tjokroaminoto. Tanggal 23 Mei 1920, Semaoen mengumumkan manifesto berdirinya
Perserikatan Komunis Hindia di kantor SI Semarang. Organisasi inilah yang
menjadi cikal bakal Partai Komunis Indonesia (PKI). PKI pun bergabung dengan
partai Komintern (Komunis Internasional). Garis politik yang dianut berdasarkan
ajaran Lenin. Yaitu : Harus menggunakan petty
bourgeoisie dan
Menggunakan aspirasi nasional rakyat terjajah (Fadlizon
dan H. Alwan Aliuddin dalam Kesaksian Korban Kekejaman PKI 1948, halaman 6)
Sebagai kepanjangan tangan ISDV, PKI yang telah menginfiltrasi di dalam kalangan SI, yang disebut sebagai organisasi
proletar berbaju Islam. Dijelaskan pula, revolusi Asia berdasarkan
”borjuis demokratik” dengan aksi landreform yang
mencita-citakan tanah untuk petani penggarap tanah. Artinya, tanah-tanah yang
dikuasai para ”tuan tanah” harus direbut secara paksa.
Yang menarik—dan selalu disuarakan oleh kader-kader Komunis,
bahwa PKI juga pernah melakukan perlawanan terhadap Belanda (1926-1927).
Pemberontakan di Jawa (Priangan, Solo, Banyumas, Pekalongan, Kedu, Kediri dan
Banten) dan Sumatera (Padang, Silungkang dan Padang Panjang), pada kenyataan
gerakan tersebut justru menimbulkan
korban pada rakyat. Pemberontakan ini dapat dengan mudah diluluhlantakkan
Belanda. Akibatnya, 9 orang digantung, 13.000 orang ditahan dan kemudian
sebagian diasingkan di Tanah Merah, Digul.
Pada tahun 1927, PKI Sumatera Barat
terlambat memberontak. PKI sendiri memprovokasi kaum tani yang muslimin. Mereka
memang menjadi korban kekejaman Belanda karena harus membayar pajak yang
terlampau tinggi. Dari pemberontakan, PKI memang melakukan tipu-muslihat dengan
mengeksploitir penderitaan para petani. Sesungguhnya PKI hanya mengumpankan
kepada Belanda. Orang-orang PKI mengatakan, apabila memberontak, akan datang
kapal terbang Angkatan Udara Turki ditugaskan oleh Kemal Ataturk membantu pemberontakan
(Brackman, seperti dikutip Taufiq Ismail
dalam Katastrofi Mendunia…., hal. xxvi).
Fakta itulah yang menjadi catatan penting dalam kancah
sejarah Indonesia sebelum Kemerdekaan 17 Agustus 1945 diproklamasikan. Ketika
banyak organisasi dan para pejuang kemerdekaan mulai mengumandangkan perang dan
upaya mempersatukan perlawanan terhadap Belanda, PKI tidak ikut serta di
dalamnya. Jadi, tidak alasan dan fakta sejarah, yang bisa menempatkan PKI
sebagai organisasi dan kader-kader pada jajaran heroisme perjuangan Kemerdekaan
Republik Indonesia.
Tetapi, setelah Kemerdekaan mendapat dukungan rakyat,
beberapa kader PKI dari luar negeri kembali. Diantaranya Sardjono dari
Australia dan Alimin dari Cina. Mereka kemudian melakukan penyusupan ke Partai
Sosialis Indonesia dan Partai Buruh. Mereka juga membangun organisasi dan
mendidik kader-kadernya sebagai kader yang memiliki militansi tinggi.
Pengkhiatan demi pengkhiatan pun dilakukan. PKI tidak peduli
dengan perjuangan Bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda. Kekejaman
PKI terukir dengan nyata, ketika ”membokong” Kemerdekaan RI dengan melakukan
pemberontakan PKI/FDR di Madiun pada tanggal 18 September 1948. Pemberontakan
yang disertai dengan pembunuhan keji ini dipimpin Muso, yang baru kembali dari
Moskow. FDR didirikan oleh Amir Syarifuddin, yang beroposisi dari Kabinet
Mohammad Hatta. Kabinet Amir Syarifuddin jatuh setelah adanya Perjanjian
Renville. Seperti diketahui Kabinet Hatta adalah kabinet anti Komunis dan
berhasil mencegah penyusupan kader-kader PKI di tubuh militer dengan cara
melakukan reorganisasi Angkatan Perang Republik Indonesia.
Penyusupan adalah
model dari pola gerakan PKI. Setelah melakukan penyusupan dan memiliki
kader yang handal, PKI pun melakukan pemberontakan berdarah. Itulah sebabnya,
mengapai ada tokoh-tokoh PKI dari kalangan Islam, militer, guru, buruh, tani,
nelayan, mahasiswa, dan lain-lain. Para seniman, sastrawan, dan budayawan
dengan alasan kebebasan berkreasi dicekoki dengan ajaran Komunis.
salam satu nusa
salam satu nusa
24/02/2016
Budidaya Jahe Merah
Budidaya Jahe Merah Dalam Karung
Berikut kami sampaikan urutan kerja yang bisa dijakalnkan untuk memulai budidaya jahe merah dalam karung. Budidaya jahe merah dalam karung adalah adalah salah satu alternatif yang bisa dipilih untuk mensiasati keterbatasan lahan. Disamping itu, kelebihan lain dari budidaya jahe merah dalam karung adalah mengurangi resiko penyakit akar busuk secara massif. Hal ini karena jika tanaman jahe dalam karung diserang hama yang merusak akar/rimpang, tidak akan menyebar ke karung yang lain, berbeda dengan penenaman secara konvensional langsung di tanah. Keuntungan lainnya adalah lebih mudah dalam perawatan/pembersihan gulma dan lebih mudah dalam panen, karena tidak perlu mencangkul tanah sekitar rimpang, dimana tentunya juga mengurangi resiko jahe rusak pada saat pemanenan. Berikut urutan kerjanya setelah bibit jahe disiapkan dari persemaian.
Langkah pertama :
1. Bibit hasil dari penyemaian, berumur 1 (satu) bulan
Langkah kedua :
2. Bibit ditanam dalam karung dengan campuran media tanam : tanah, sekam, pupuk kandang. Satu karung bisa diisi 3 atau 4 bibit jahe merah dengan tinggi media tanam +/- 20-30 cm dari dasar karung.
Demikian semoga bermanfaat. Terkait dengan pertumbuhan dan perawatan budidaya jahe dalam karung akan kami sampaikan dalam tulisan berikutnya.
Salam satunusa
07/01/2016
07/12/2015
02/12/2015
Masyarakat Aceh dan Kopi
Aceh, yang termasuk salah satu wilayah NKRI sangat
identik dengan kopi. Karena itulah, kedai kopi banyak kita temui di berbagai
pelosok Provinsi berjuluk Serambi Mekkah ini. Siang maupun malam, berbagai lapisan
masyarakat di wilayah Aceh mengisi kedai-kedai kopi untuk bersantai minum kopi.
Kopi ibarat nafas bagi orang Aceh,
dimana sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka, dan sudah ada sejak zaman
kesultanan Aceh.
Tradisi minum kopi ini berkembang turun temurun seiring perkembangan Aceh sebagai salah satu daerah produsen kopi kelas dunia. Sejak zaman perang dengan kolonial Belanda hingga sekarang, setidaknya ada dua daerah utama produksi kopi di Aceh, yaitu Ulee Kareng dan Gayo. Kopi Ulee Kareng yang termasuk jenis kopi Robusta dihasilkan dari Kecamatan Ulee Kareng.
Adapun kopi Gayo yang termasuk jenis Kopi Arabika, di pasar internasional termasuk dalam kelas kopi premium. Kedua jenis kopi inilah yang mengharumkan nama Aceh sebagai salah satu produsen kopi terbaik di Tanah Air yang merajai 40% pasar dalam negeri.
Untuk Kopi Ulee Kareng, sebagian besar kedai kopi di Banda Aceh menyuguhkan kopi produksi daerah ini. Proses pengolahan bubuk kopi di kedai-kedai kopi ini menyimpan keunikan tersendiri. Bubuk kopi tidak sekedar diseduh dengan air panas tetapi dimasak, sehingga aroma dan citarasa kopi yang keluar benar-benar kuat. Kopi yang sudah dimasak ini kemudian mengalami beberapa kali proses penyaringan menggunakan saringan berbentuk kerucut. Di kedai-kedai kopi ini, biasanya kopi ditawarkan dalam tiga variasi penyajian, yaitu kopi hitam, kopi + susu dan sanger. Kopi hitam dan kopi susu mungkin sering kita temui di daerah-daerah lain di wilayah Indonesia, tetapi Sanger adalah racikan khas dan orisinil dari Aceh. Jika dilihat sekilas tampilannya, kopi sangeri mirip dengan kopi susu. Tetapi yang khas dari Sanger adalah komposisi susu dan gulanya yang tidak dominan membuat keharuman dan citarasa kopinya lebih terasa. Campuran kopi saring, susu kental dan gula ini kemudian dikocok hingga berbusa.
Meskipun zaman berubah, budaya minum kopi di tengah masyarakat Aceh tetap terjaga hingga ke generasi muda. Yang membuatnya agak berbeda, saat ini fasilitas yang ditawarkan pengelola ikut menentukan ramai tidaknya suatu kedai kopi di Banda Aceh. Kini, tata ruang yang nyaman dan fasilitas internet hotspot (wifi) gratis biasanya menarik lebih banyak kalangan muda untuk lebih betah kongkow di kedai kopi. Meski demikian, bagi penikmat kopi tulen, warung yang sederhana namun menyajikan salah satu racikan kopi terbaik di Aceh seperti Kedai Solong di Ulee Kareng, tetap menjadi tujuan nomor satu saat bertandang ke Banda Aceh.
Tradisi minum kopi ini berkembang turun temurun seiring perkembangan Aceh sebagai salah satu daerah produsen kopi kelas dunia. Sejak zaman perang dengan kolonial Belanda hingga sekarang, setidaknya ada dua daerah utama produksi kopi di Aceh, yaitu Ulee Kareng dan Gayo. Kopi Ulee Kareng yang termasuk jenis kopi Robusta dihasilkan dari Kecamatan Ulee Kareng.
Adapun kopi Gayo yang termasuk jenis Kopi Arabika, di pasar internasional termasuk dalam kelas kopi premium. Kedua jenis kopi inilah yang mengharumkan nama Aceh sebagai salah satu produsen kopi terbaik di Tanah Air yang merajai 40% pasar dalam negeri.
Untuk Kopi Ulee Kareng, sebagian besar kedai kopi di Banda Aceh menyuguhkan kopi produksi daerah ini. Proses pengolahan bubuk kopi di kedai-kedai kopi ini menyimpan keunikan tersendiri. Bubuk kopi tidak sekedar diseduh dengan air panas tetapi dimasak, sehingga aroma dan citarasa kopi yang keluar benar-benar kuat. Kopi yang sudah dimasak ini kemudian mengalami beberapa kali proses penyaringan menggunakan saringan berbentuk kerucut. Di kedai-kedai kopi ini, biasanya kopi ditawarkan dalam tiga variasi penyajian, yaitu kopi hitam, kopi + susu dan sanger. Kopi hitam dan kopi susu mungkin sering kita temui di daerah-daerah lain di wilayah Indonesia, tetapi Sanger adalah racikan khas dan orisinil dari Aceh. Jika dilihat sekilas tampilannya, kopi sangeri mirip dengan kopi susu. Tetapi yang khas dari Sanger adalah komposisi susu dan gulanya yang tidak dominan membuat keharuman dan citarasa kopinya lebih terasa. Campuran kopi saring, susu kental dan gula ini kemudian dikocok hingga berbusa.
Meskipun zaman berubah, budaya minum kopi di tengah masyarakat Aceh tetap terjaga hingga ke generasi muda. Yang membuatnya agak berbeda, saat ini fasilitas yang ditawarkan pengelola ikut menentukan ramai tidaknya suatu kedai kopi di Banda Aceh. Kini, tata ruang yang nyaman dan fasilitas internet hotspot (wifi) gratis biasanya menarik lebih banyak kalangan muda untuk lebih betah kongkow di kedai kopi. Meski demikian, bagi penikmat kopi tulen, warung yang sederhana namun menyajikan salah satu racikan kopi terbaik di Aceh seperti Kedai Solong di Ulee Kareng, tetap menjadi tujuan nomor satu saat bertandang ke Banda Aceh.
Demikian semoga bermanfaat.
Tradisi Unik Masyarakat di Papua
Tidak sekedar potensi sumber daya
alam baik hasil tambang dan wisata alam, Papua sebagai bagian dari wilayah NKRI juga terkenal memiliki kekayaan tradisi dan budaya. Beberapa
tradisi dan kebudayaan dari pulau ini, bahkan telah dikenal hingga ke banyak
negara. Diantaranya adalah, seni ukir (pahat), dan festival budaya yang rutin
dilakukan di Lembah Baliem, di Pegunungan Jayawijaya. Tetapi bukan hanya itu,
dengan potensi lebih dari 200 suku dan bahasa di Papua, tersimpan pula tradisi khas masyarakat Papua.
Berikut adalah beberapa tradisi masyarakat di Papua ;
Berikut adalah beberapa tradisi masyarakat di Papua ;
1. Tradisi
Bakar Batu
Salah
satu tradisi budaya tertua di Papua ini, adalah simbol rasa syukur dan
persaudaraan, akan tetapi di daerah tertentu Bakar batu biasanya juga dilakukan
dalam prosesi upacara kematian. Tradisi Bakar Batu merupakan sebuah cara yang
digunakan masyarakat Papua, untuk memasak beberapa jenis bahan makanan (ubi, singkong,
daging Babi dan sayur-sayuran) di atas batu yang telah dipanaskan. Ada beberapa
tahapan untuk melakukan Bakar Batu, diantaranya adalah menyiapkan lubang untuk
tempat menyusun kayu bakar dan batu, beserta bahan makanan yang akan dimasak.
Setelah lubang tergali, batu-batu yang telah dikumpulkan disusun berdasarkan
ukuran. Batu yang besar di letakkan pada bagian paling bawah, dan di bagian
atas akan disusun kayu bakar. Selanjutnya lapisan kayu bakar tersebut akan
dilapisi kembali dengan batu yang ukurannya lebih kecil, setelah itu proses
pembakaran dilakukan untuk memanaskan batu. Setelah batu panas, barulah bahan
makanan yang telah disiapkan disusun sedemikian rupa diatas batu tersebut. Setelah
semua bahan makanan tersebut matang, dilakukan kegiatan makan bersama. Tradisi
Bakar Batu ini, memiliki beberapa sebutan yang berbeda untuk masing-masing daerah, namun
secara umum dikenal dengan sebutan Barapen.
2. Tradisi
Potong Jari Suku Dani
Ada
banyak cara menunjukkan rasa berduka bila ditinggalkan anggota keluarga yang
meninggal dunia. Namun, untuk suku Dani yang mendiami wilayah Lembah Baliem, di
Papua rasa sedih dan duka cita diwujudkan dengan memotong jari, bila ada anggota
keluarga seperti suami/istri, ayah, ibu, anak dan adik. Tradisi yang wajib
dilakukan ini, menurut mereka adalah simbol dari kesedihan yang teramat dalam
seseorang yang kehilangan anggota keluarganya, selain itu potong jari juga diartikan
untuk mencegah kembali malapetaka yang menyebabkan kematian dalam keluarga
tersebut. Tradisi potong jari ini dilakukan dengan berbagai banyak cara,
mulai dari menggunakan benda tajam seperti pisau, kapak, atau parang. Cara lain
yang digunakan adalah dengan menggigit ruas jarinya hingga putus, mengikatnya
dengan seutas tali sehingga aliran darahnya terhenti dan ruas jari menjadi mati
kemudian baru dilakukan pemotongan jari.
3. Tradisi
Tato
Di
Papua tradisi merajah tubuh, yang telah berjalan turun temurun. Beberapa suku
yang biasanya menghiasi tubuhnya dengan tato adalah suku Moi dan Meyakh di
daerah Papua Barat. Motif tato yang dibubuhkan pada tubuh suku-suku di Papua
memiliki perbedaan dan ciri tertentu, umumnya tato tersebut memiliki motif
geometris atau garis-garis melingkar serta titik-titik berbentuk segitiga
kerucut, atau tridiagonal yang dibariskan. Alat dan bahan yang digunakan dalam
pembuatan tato di Papua diantaranya adalah menggunakan duri pohon sagu atau
tulang ikan, dan mencelupkanannya kedalam campuran arang halus dan getah pohon
langsat. Umumnya tato dilakukan pada bagian dada, pipi, kelopak mata, betis,
pinggul, punggung dan juga di bagian tangan.
4. Tradisi Ararem
Suku Biak
Tradisi
Ararem adalah prosesi mengantar mas kawin oleh suku Biak. Dalam prosesi ini,
mas kawin akan diantarkan dengan berjalan kaki, disertai nyanyian dan tarian.
Uniknya kebanyakan tradisi Ararem dilakukan dengan membawa dan
mengibar-ngibarkan bendera merah putih, tidak banyak referensi yang dapat
menjelaskan mengapa dalam tradisi ini bendera tersebut digunakan. Keunikan
tradisi di Papua oleh suku Biak dalam mengantar mas kawin dengan arak-arakan,
serta membawa bendera negara tersebut, kemungkinan besar hanya satu-satunya di
Indonesia dan tidak dilakukan oleh suku lain di luar Papua.
Demikain
semoga bermanfaat.
Salam
satunusa
19/11/2015
Peraturan Menteri Keuangan RI : PMK NO.136/PMK.010/2015
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NO.136/PMK.010/2015
30/10/2015
29/10/2015
28/10/2015
21/10/2015
ISTILAH EXIM : Customs Advise
Adalah petunjuk tentang cara penghitungan nilai pabean atas barang yang akan diimpor dimana dapat digunakan oleh importer untuk memberitahukan nilai pabean pada pengajuan Pemberitahuan Pabean.
Customs Advice hanya berlaku untuk satu kali pengajuan Pemberitahuan pabean.
Customs Advice tidak berlaku, jika :
• Data yang diberitahukan pada permohonan tidak benar ; terdapat perbedaan dengan hasil pemeriksaan fisik barang, dimana ditemukan bukti yang berbeda antara hasil pemeriksaaan fisik barang dengan Customs Advice pada penelitian nilai pabean saat proses pengeluaran barang atau pada saat audit kepabeanan
Semoga bermanfaat
09/10/2015
Instansi yang terkait kegiatan EXIM di pelabuhan
Berikut adalah instansi yang terkait dengan kegiatan ekspor, impor dan bongkar muat di pelabuhan laut ;
Pada saat kapal sandar di pelabuhan
CIQ (Customs, Imigration, Quarantine)
Kepanduan (Jasa Pandu)
Pelindo (proses+biaya tambat)
LINI I
Pembongkaran/Pemuatan container
Operator terminal
Agen kapal (THC)
Pengelola TPS
Perusahaan bongkar muat
Pelayanan Impor/Ekspor
Customs
Pelindo
Operator terminal
TKBM (Tenaga Kerja Bopngkar Muat)
GATE
Pemasukan/Pengeluaran Barang
Customs
Polisi
KPLP
Security
Pelindo (pas pelabuhan)
Satuan Pengawal barang
Instansi penerbit ijin/Rekomendasi (Tata Niaga Impor/Ekspor)
Kementrian Perdagangan
Kementrian Perindutrian
Kementrian Pertanian
Kementrian perhubungan
Kementrian Kelautan dan Perikanan
Kementrian Kehutanan
Kementrian Kesehatan
Kementrian Telekomunikasi dan Informasi
Kementrian Lingkungan Hidup
Mabes TNI/Polri, Dephan
Barantan ; BPOM BSN, BKPM
Instansi teknis lainnya
Demikian semoga bermanfaat
Pada saat kapal sandar di pelabuhan
CIQ (Customs, Imigration, Quarantine)
Kepanduan (Jasa Pandu)
Pelindo (proses+biaya tambat)
LINI I
Pembongkaran/Pemuatan container
Operator terminal
Agen kapal (THC)
Pengelola TPS
Perusahaan bongkar muat
Pelayanan Impor/Ekspor
Customs
Pelindo
Operator terminal
TKBM (Tenaga Kerja Bopngkar Muat)
GATE
Pemasukan/Pengeluaran Barang
Customs
Polisi
KPLP
Security
Pelindo (pas pelabuhan)
Satuan Pengawal barang
Instansi penerbit ijin/Rekomendasi (Tata Niaga Impor/Ekspor)
Kementrian Perdagangan
Kementrian Perindutrian
Kementrian Pertanian
Kementrian perhubungan
Kementrian Kelautan dan Perikanan
Kementrian Kehutanan
Kementrian Kesehatan
Kementrian Telekomunikasi dan Informasi
Kementrian Lingkungan Hidup
Mabes TNI/Polri, Dephan
Barantan ; BPOM BSN, BKPM
Instansi teknis lainnya
Demikian semoga bermanfaat
Subscribe to:
Posts (Atom)
ARTIKEL 33
-
Yang dimaksud dengan barang pindahan adalah barang-barang keperluan rumah tangga milik orang yang semula berdomisili di luar negeri, kemudi...
-
Aceh, yang termasuk salah satu wilayah NKRI sangat identik dengan kopi. Karena itulah, kedai kopi banyak kita temui di berbagai peloso...
-
Advising Bank : Bank yang ditunjuk bank pembuka L/C untuk meneruskan advising) L/C kepada pihak eksportir. Advance Payment : System/...
-
Budidaya Jahe Merah Dalam Karung Berikut kami sampaikan urutan kerja yang bisa dijakalnkan untuk memulai budidaya jahe merah dalam karu...
-
EKSPOR - IMPOR Seiring dengan perkembangan jaman, definisi mengenai ekspor dan impor pada saat ini telah bergeser dari pengertian...
-
Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 85/M-DAG/PER/10/2015 ...
-
Menurut definisi World Bank (2011), pengertian dwelling time adalah waktu yang dihitung mulai dari suatu petikemas (kontainer) dibongkar d...
-
Yang dimaksud dengan nilai pabean adalah nilai transaksi dari barang/komoditi impor yang memenuhi syarat-syarat tertentu. Dalam incoterms ...
-
Berikut adalah instansi yang terkait dengan kegiatan ekspor, impor dan bongkar muat di pelabuhan laut ; Pada saat kapal sandar di pelabuh...
-
Pengertian : Adalah harga yang sebenarnya dibayar (price actually paid) atau yang seharusnya dibayar (payable) oleh pembeli (importer) ...

