KEPADA TUHAN KAMI BERHUTANG, KEPADA NEGARA KAMI BERHUTANG, KEPADA ALAM KAMI BERHUTANG.......KONSULTASI GRATIS PROSEDUR, TATA CARA BERKAITAN DENGAN EKSPOR-IMPOR DAN HAL-YANG TERKAIT...email:nusaraya45@gmail.com

06/05/2015

HARI PENDIDIKAN NASIONAL (2 Mei)

Bulan Mei, tepatnya tanggal 2 Mei bagi bangsa Indonesia adalah tanggal yang di “ikon’kan menjadi hari Pendidikan Nasional. Sedikit ingin kami tuliskan sebagai bahan tambahan renungan kecil sambil minum kopi tentang sebagian kecil dari banyak sejarah Pendidikan di Negara tercinta ini. Kita tentu mengenal sosok Pahlawan HOS Cokroaminoto yang disebut sebagai "Guru Bangsa,". Kita juga mengenal sosok Pahlawan Ki Hajar Dewantara disebut sebagai "Bapak Pendidikan?". Pertanyaan ; “mengapa HOS Cokroaminoto dinobatkan sebagai Guru Bangsa, sementara Ki Hajar Dewantoro dinobatkan sebagai Bapak Pendidikan ?”

Atas pertanyaan itu, secara pribadi dan mencoba tidak tendensius, jawaban  saya adalah, "Karena Bapak HOS Cokroaminoto itu Sarekat Islam, bukannya Budi Utomo atau Taman Siswa."  Bahkan menurut saya pribadi, KH. Ahmad Dahlan dan koleganya yang lebih layak menjadi Bapak Pendidikan di Negara Indonesia, sebab Muhammadiyah lebih membumi dan lebih hebat sebagai pelopor pendidikan ketimbang Taman Siswa, bahkan sampai sekarang lembaga pendidikan Muhamadiyah jauh lebih mengakar dibanding Taman Siswa. Tetapi, karena Sarekat Islam dan Muhammadiyah itu jelas sekali warna Islamnya, jadi kurang representatif dan kurang menjual untuk dijadikan ikon dan ditokohkan.

Dalam sejarah, Taman Siswa dengan salah satu semboyannya yang terkenal yaitu “Tut Wuri Handayani” baru didirikan dalam bentuk lembaga dan sekolah oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli tahun 1922 di Yogyakarta. Sementara Persyarikatan Muhammadiyah yang dimotori oleh KH. Ahmad Dahlan telah berdiri 10 tahun lebih dulu, tepatnya pada tanggal 18 November 1912 di Yogyakarta. Perannya dalam bidang pendidikan diwujudkan dengan mendirikan sekolah dasar dan sekolah lanjutan, yang dikenal sebagai Hogere School Moehammadijah, kemudian berganti nama menjadi Kweek School Moehammadijah. Sekarang Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah dan ratusan perguruan tinggi di negara ini.  Bahkan selain Muhammadiyah, di Sumatera sebenarnya juga telah berdiri Sumatera Thawalib, yang kerap dianggap sebagai sekolah Islam modern pertama yang didirikan bumiputera. Sumatera Thawalib berdiri pada tanggal 15 Januari 1919 oleh Haji Rasul dan kawan-kawannya. Sekolah ini juga banyak melahirkan kaum terdidik, cerdik cendikia yang menjadi penggerak perubahan.

Kembali lagi pada pertanyaan, “mengapa bukan mereka yang jadi ikon pendidikan ?” Jawaban saya kembali lagi seperti diatas yang entah ini benar atau tidak, karena mereka (HOS Cokroaminoto, KH Ahmad Dahlan, Haji Rasul) itu jelas sekali warna Islamnya. Barangkali Islam di negeri ini dianggap cat atau pelitur saja yang tidak boleh meninggalkan kesan yang berlebihan dalam sejarah, sehingga tidak pas sebagai cerminan dan perlambang. Maka lumrah jika slogan "Tut Wuri Handayani" lebih dipilih sebagai semboyan/motto pendidikan di Negeri ini daripada seruan "Fastabiqul Khairat," atau kutipan firman  "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..." atau ungkapan HOS Cokroaminoto, "Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat."

Demikian semoga bermanfaat sebagai teman minum kopi INDONESIA.

salam satunusa



Post a Comment

ARTIKEL 33